...LANGIT TANPA BATAS...

Kamis, 10 Maret 2016

Asa

Detak jam diam-diam menyergap malam
Buncah percik warna memburai ke mega-mega
Melahap lebur umur dengan hitungan mundur
Dengan suka cita berharap asa tak terlupa
Penghujung hari insan manusia akan terlahir kembali
Rapatkan tafakur memperbanyak hati bersyukur
Esok yang dinanti tak jua disesali
Selama hati tahu kemana kebaikan harus terpatri
Diposting oleh _SM di 3/10/2016 11:14:00 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Jentikan Jemari

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  1 September (1)
      • Hina
  • ►  2016 (21)
    • ►  28 Agustus (1)
    • ►  14 Agustus (1)
    • ►  10 Juli (2)
    • ►  19 Juni (3)
    • ►  12 Juni (1)
    • ►  15 Mei (1)
    • ►  1 Mei (1)
    • ►  24 April (1)
    • ►  27 Maret (1)
    • ►  20 Maret (2)
    • ►  13 Maret (5)
    • ►  6 Maret (2)
  • ►  2015 (6)
    • ►  20 September (2)
    • ►  5 Juli (1)
    • ►  22 Maret (1)
    • ►  15 Maret (1)
    • ►  15 Februari (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  10 Juni (1)
    • ►  3 Juni (2)
    • ►  20 Mei (1)
    • ►  29 April (1)
    • ►  8 April (1)
  • ►  2011 (9)
    • ►  11 Desember (1)
    • ►  7 Agustus (1)
    • ►  27 Februari (1)
    • ►  20 Februari (1)
    • ►  23 Januari (1)
    • ►  9 Januari (3)
    • ►  2 Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  26 Desember (1)
    • ►  12 Desember (1)
    • ►  28 November (1)

Sebut saja Cici :)

Foto saya
_SM
^i just people who want to get my own live^ :D
Lihat profil lengkapku

Untuk Ibu...

Ibu, aku mencintaimu seperti tumbuhan yang urung mekar dan membawa jiwa bunga-bunga itu di dalam dirinya. Karena cintamu, aroma bumi yang pekat tumbuh diam-diam dalam tubuhku...

Tema Tanda Air. Gambar tema oleh hdoddema. Diberdayakan oleh Blogger.